Kepada Bangsatku

bambu runcing kering keriput
karena di tebas ketika muda
lengkung menuding langit bangsat ini
torehkan darah tak lagi mengamis di luka keranjang
timpukan batu
tendangan waktu
deraan bangsat ku

langit menangis di kerumunan pelangi berpendar
bisakah wahai bangsat bangsatku?

di lengan bambu runcing kering keriput
karena ditebas ketika muda
kain pel merah putih kecil lusuh bau
kencing bangsat bangsatku
membingkai sandaran tak berdaya

ini upik nasi aking
telanlah buah tanah surga
dan asin air mata sebagai lauknya
ini upik air comberan
minumlah susu tanah surga
dan luka bernanah sebagai pialanya

lihatlah bangsat bangsat kita
sedang menikmati
lihatlah bonusnya begitu besar
sebesar payudaranya setelah kena kanker nanti
sebesar prostatnya  setelah kena kanker nanti

ini upik nasi aking ibu pertiwi
di altar bangsat bangsat ku
yang menebas bambu runcing ketika muda

Powered by : Crystal X

Posted on April 19, 2012, in Tak Berkategori. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: