Quality Control Thontho

Tau Thontho? Thontho juga dibilang bakwan telo. Mengapa disebut thontho?

Duluuu sekali, ada mbok mbok jualan makanan. Yang paling khas adalah parutan singkong basah  yang dibuat bakwan. Maka ada tauge dan daun bawangnya. Selalu laris makanan yang satu itu. Langganannya banyak. Karena memang unik. Saat itu, kalau ada orang beli, cuma menunjuk makanan itu sambil bilang, “Bu, beli itunya”. Aneh, Makanan kok nggak ada namanya

Suatu hari salah satu pelanggan makanan itu, sopir bis, yang kebetulan sakit kakinya, tidak turun dari bis yang disopirinya, hanya membunyikan klakson dua kali. Si ibu penjual sudah maklum maksudnya. Diambil makanan tadi, dibungkus dan diantarkannya ke sopir tadi.

Begitu tiap hari selama seminggu, setiap mau beli, si sopir bis cukup membunyikan klaksonnya dua kali, bunyinya begini

“THON THOOOO”

Sejak saat itu makanan itu dinamakan THONTHO.


Kembali ke Quality Control

Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke warung sayur untuk beli ya sayuran, ada ibu ibu jaman sekarang yang profesinya pembuat THONTHO dari Parutan Singkong Basah, penyuplai thontho di warung itu. Ditanya sama bakule sayuran.

“Lek, kok wingi ora setor Thontho?”

“O alah yu, thonthone wingi ki rekane ganti lengo, sing rodo miring, malah dadine rupane rodo biru, arep setor mrene ki ra tegel, lha rupane elik….. Ukurane ki biasane iso mrusuh, sik wingi ki bantat.bentuk e barang ki bedo. Gek rasane yo rodo pie ngono”

“Lha yo rapopo, to?”

“Ra popo piye, lha neh engko dho kapok tuku thontho mrene”

Saya jadi termenung, mbok simbok bakul thontho saja, yang hanya jual makanan tradisional seharga 500 rupiah saja, sedemikian ketat menerapkan Quality Control. Ketika mutu thonthonya demikian menurun, dan dia tau itu, dia rela untuk tidak menjualnya. Dia tidak memaksakan untuk melemparnya ke pasar dengan alasan yang dibuat buat.

Seandainya mbok pembuat thontho itu berbagi Semangat Layanan dengan supplier saya……. ya Andai saja…….

Sponsored by :  Crystal x

Powered by : Crystal X

Posted on Desember 9, 2010, in Bisnis, Cerita, Dibuang Sayang, iseng, Umum and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: