Ramalan Kejadian di Balik Mosnter Ancol

ramalanBagi seorang yang katanya berilmu, kejadian yang tidak lumrah itu selalu mengandung makna pelajaran, pertanda, pesan dan perlambang di dalamnya. Definisi berilmu saya sendiri ndak tahu, apa maksudnya. Ilmu yang mana saya juga ndak tahu. Wong saya bukan sarjana, bukan sujana sujananing dumadi, bukan orang yang berilmu.

Alkisah, datanglah sobat karib saya, ketebang ketebang berkerudung sarung seperti biasa. Sambil kebal kebul membayar pajak. Ia tipikal orang yang suka dunia yang rada rada supra gitu. Setelah say helo sebentar dan kopi sudah keluar, omongan dari omongan pun nyerocos tiada henti. Dari debat beneran sampai debat kusiran. Sampailah pada permasalahan Monster Ancol.

Menurutku itu hanya akibat kurangnya informasi dari sebuah peliputan kejadian, Ditambahi dengan budaya suka sensasi yang sedang melanda negeri ini.

“Eit jangan sembarangan”, Sergahnya. Menurut guru spiritiual dia, fenomena monster ancol itu bukan sembarangan terjadi. Tidak seperti si manis jembatan ancol yang tidak bermakna baginya, kecuali bagi matanya tentunya. Munculnya monster Ancol ini sarat dengan ramalan yang bakal terjadi di negeri ini dalam waktu dekat ini. Ia begitu serius bercerita sampai aku merinding dibuatnya, karena lupa ambil jaket. Merinding karena kedinginan. he he maaf. Menggigil.

Akan datang dalam waktu dekat ini di negeri ini sekelompok atau segolongan dari wong cilik yang berhati bersih yang akan membersihkan negeri ini dari kebusukan kebusukan bangkai bangkai yang telah lama mengotori lautan kehidupan negeri ini. Binatang binatang kecil itu adalah simbol dari unsur unsur wong cilik yang bersatu. Warna putih melambangkan kesucian kebersihan niat mereka akan cita cita visi misi luhur mereka. Mereka siapa? Ya mereka wong cilik putih hati itu.

Sampai di situ ceritanya terhenti. “Due nyamikan ora?” tanyanya padaku. Halah… akhirnya roti kelapa jatah anak anak keluar juga.

Monster ini beruas ruas. Mengandung pertanda bahwa sekumpulan wong cilik itu berasal dari banyak segmen atau kelompok kelompok yang saling mendukung. Memberikan peringatan kepada kita bahwa persatuan di antara mereka mempunyai semangat mati siji mati kabeh mukti siji mukti kabeh. AKu tersenyum dalam hati. Untung bukan kadal yang ditemukan. Bayangkan bila yang ditemukan kadal. AKan memberi perlambang bahwa kelompok itu terdiri dari orang yang suka ngadali (menipu) dan bila ekornya putus, akan diganti dengan yang baru. Kecuali kalau kepalanya yang digetok palu. Tapi siapa yang brani?

Beruas beruas juga bisa dikatakan berbuku buku. Di sini saya agak terkejut dengan ramalan guru spiritual lewat karib saya itu. Berbuku buku mengandung pertanda bahwa yang akan muncul itu bukan sembarang wong cilik. Tetapi wong cilik dari kalangan yang erat kaitannya dengan buku dan kitab. Mahasiswa, pelajar, ilmuwan, ulama tetapi yang memihak kepada wong cilik. Akankah muncul demo seperti pernah terjadi tahun ’98 dulu? Dan kini bahkan didukung ulama? Saya merinding sebenar benar merinding kali ini.

Apa ada kaitannya dengan pemilu 2009? Itu kan kejadian besar yang akan ada sebentar lagi?

“Bisa jadi!”, jawabnya menegaskan. Eyang —begitu dia menyebut guru spiritualnya– mengisyaratkan agar kita mendukung partai yang berbasis mahasiswa dan wong cilik yang punya niat bersih dan visi bersih. Karena itulah yang akan menjadi pembersih kotoran kotoran dari lautan kehidupan negeri ini. Ikan mati adalah sampah dilautan. Tetapi tetap halal.  Memakan ikan mati mengandung perlambang bahwa kotoran lautan negeri ini akan dibersihan dengan cara cara yang halal. Bukan asal lawan politik lalu dihancurkan. Tetapi Sampai di sini ramalan eyang itu lewat karibku, aku jadi tertawa geli. Dia ndak tahu kalau sebelum makan Ikan mati, monster itu terlebih dulu nggigiti kakinya Keino Reika. Ada ada saja. Orang kok masih percaya ramalan. Untuk aku nggak disuruh ngetik reg mancrut lalu kirim ke 8088. Kayak salep. Berapa SMS yang harus dikirim untuk ramalan sebanyak ini?.

Paginya ketika berangkat cari bubur ke pasar, di jalan jalan aku liat banyak foto seseorang yang kayaknya tak asing bagiku, terpampang di spanduk dan poster poster. O alah… si Eyang itu nyaleg! Dari partai yang berbasis — atau setidaknya – didukung mahasiswa yang pada ngumpul di halaman rumahnya. Tentang pada benar benar berniat bersih atau bervisi bersih, meneketehe. Slompret!

Posted on November 18, 2008, in Umum and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Bener2 jadi heboh ya….:mrgreen:
    Salam kenal…

    # Itulah Endonesa.😉
    Makasih kunjunganya. Kenal balik

  2. 😥 Nah ini nasehat jadi manusia itu harus berhati-hati, percaya pada diri sendiri dan …. 8)

  3. ada2 aja dodols tuh eyang…, eyang kali minta dukungan buat menang pemilu segala cara di pakai. eyang kl dah duduk di pemerintah malah lupa diri sama ramalannya hehehehehehe kutu kupret

    Namanya juga mo jadi anggota de pe er😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: