Tuhan Tidak Adil !!

Inner Power. Seminggu yang lalu saya dicurhati leader saya.

Berkiprah 3 tahun di dunia Multi Level Marketing Pribumi berbasis Agrokomplek Organik dengan visi memakmurkan negeri agraris ini telah mengantarkannya berkenalan dengan banyak kalangan. Dari petani gurem 500 meter persegi yang rumahnya adu tritis dengannya sampai pak Ibrahim petani jagung ratusan hektar dari Gorontalo. Panen rayanya saja kemarin tanggal 18 Februai di hadiri pak Fadel Muhammad si orang nomor satu di propinsi itu. Juga telah membawanya berlingkungan dekat dari penjual roti swiss keliling sampai orang dekat petinggi MPR.

Sekitar setengah bulanan ini, leader saya di tawari untuk memarketi pupuk nomor satu di dunia – kata yang punya sih – dengan gaji 10 jeti perbulan plus fasilitas avanza baru. Bagaikan minum kopi sekarung, langsung seminggu nggak bisa tidur. Mosok sik pak leader?.

Dari sudut pandang penganggur yang bingung cari kerja bisa jadi akan muncul pemikiran “Ah Tuhan nggak adil, tawaran baru dengan mudah didapat oleh nya. Sedang aku yang susah payah cari kerja nggak juga gol?”

Marilah kita berandai andai.

  • Andai saja tawaran itu ditujukan kepada Anda Sarjana Pertanian Pencai Kerja, apakah itu bukan kejatuhan bulan berikut apolonya?
  • Anda saja tawaran itu ditujukan kepada Anda pengangguran yang bingung cari kerja, 2 juta saja nggak usah pake avanza, motor butut cukup, apakah itu bukan kejatuhan jus durian?
  • Andai saja tawaran itu ditujukan kepada leader saya tersebut 3 tahun yang lalu, bukankah pasti langsung di embat?.

Pertanyaannya. Apakah semua andai andai itu mungkin terjadi? Anda juga bisa menjawabnya.

Hal serupa juga terjadi pada salah seorang mahasiswa yang menurut teman-temannya tidak pernah serius belajar. Tetapi selalu mengantongi point 4. A. minimal B plus. Hampir semua temannya menilai ini satu ketidakadilan dari Tuhan. Mosok kita yang belajar mati-matian tetap saja dua koma? Dia yang enak enak selalu 3 lebih?.

Dalam satu kesempatan ada temannya yang bertanya kepada mahasiswa itu. Apa kiatnya. Ia hanya klecam-klecem. Ia juga tidak tahu. Yang ia alami hanyalah, setiap ia melakukan SKS, sistem kebut semalam, selalu saja materi yang ia pelajari di malam ujian adalah yang keluar di pagi harinya.

Yang tidak semua temannya lakukan adalah, ternyata ia selalu sholat tepat waktu dan Dhuha nggak pernah lepas. Ia selalu konsisten dengan dua hal itu.

Apakah anda sudah melakukan sesuatu dengan konsisten juga? Karena kalau boleh aku simpulkan, itu semua adalah buah dari konsistensi.

Jadi teringat dengan cerita Pemanggil Hujan Terkenal di Suku Indian. Ia sangat di percaya bisa mandatangkan hujan. Kunci nya satu, ia melakukan ritual minta hujan terus menerus tidak pernah berhenti. Ia berheti hanya ketika hujan benar benar sudah turun.

Bagaimana menurut anda? Anda punya pengalaman lain?

Posted on Maret 10, 2008, in Motivasi, Renungan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: