Penghianat Cinta

Serumpun perdu hijau di tanah gersang
bersenandung tembang merdu tanah ini
menina bobo jiwa jiwa garing
tersenyum dibelai bilah bilah belati sembunyi
lelap di peluk kepal kepal cengkeram serabutnya

Serumpun perdu menebar ribuan benih
ringan terbang di giring angin
menggurita
sisakan sepetak peraduan
di mana labirin benalu menusuk kusam pipa pipa
menyedot kering humus cinta

serumpun perdu
tak kau lihatkah kuat pilar akarnya
menukik tajam jauh di nadi tanah ini?
rumput tak lagi hijau terberangus kaki lemahnya

saat petik buah anak kecil di nina bobo
dibius warna ranum merah
terlelap tanpa mengecap
ia bermimpi ranum buah tinggalkan gapaian

Posted on November 28, 2007, in Dibuang Sayang, Umum and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: