Aku Sudah Mati Dari Dulu

Pendar bulan peluk kerlip bintang di kerling langit malam tadi
terhampar antara sepoi lembut lentik bulu mata
masih menggelatar, membelai ujung nurani,
selalu saja aku lemas damai,
: adalah tebaran lampu Malioboro dari tepi bukit ini
mengular rasa sari madu cinta
siapa rela temaram pagi mengusir?

jalan terus tertoreh di tiang tiang waktuku
ada baris rebusan rebung menanti
dibagi untuk para pengemis
agar meninggi bambu di tongkat rapuh
agar meruncing seiring ceruk ceruk harapan

pengap keringat menyesak asma kumatku
mencekik dada mencekik nafas mencekik rasa

satu..

satu..

satu..

aku sudah mati dari dulu
kalau saja pendar bulan peluk kerlip bintang di kerling langit malam tadi
terusir temaram pagi !
: duh! Esem Angujiwat!

Posted on November 26, 2007, in Dibuang Sayang and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. siiiiiiiiiiiiiiip bangets

  2. mantab

    ternyata orang yogya to,kepengen jalan-jalan ke kota gede

  3. Tak anter. Kapan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: