Lelaki kudisan

Lelaki kudisan
menuntun jemari kakinya menenun tanah merah
disiapkan untuk perjamuan senja
agar ia mabuk dalam piala anggur anggur
orang menyumpahi pahit getir baunya
anak kecil meledek otak stripnya
wanita berlindung di balik stagen.

Tetapi inilah jaman ketika
air suci tanah merah adalah derita
untuk apa ditetes tetes tengah malam
di tuang tuang laksana bekal
di usap usap membasuh, katanya, debu jalan panjang?

Lelaki kudisan
berkedip perih ada kerikil mengkerak di kerut mata
menggores gerai hati
: Astagfirullah

Lelaki kudisan
bernyanyi lagu kemenangan
dengan nada nada lengking
memekak singgasana sang raja
: Oi bunuh itu lelaki!

Lelaki kudisan,
suatu pagi di pinggir kota,
jasadnya dikerumuni lalat lalat manusia
tak berdaya tak berdecak tak mengerti
wangi putih melati meninggi
menembus batas awan batas langit
batas mata
entah dimana menepi!
: hari ini banyak lelaki jadi kudisan.

Posted on November 25, 2007, in Dibuang Sayang and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. saya juga mau jadi lelaki ‘kudisan’,gimana dengan anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: