perempuan telanjang berdiri di tepi jalan

Langit di atas perempuan telanjang berdiri di tepi jalan
meneteskan embun sisa sublim malam
pucat dingin terendam balok balok es bongkahan hati
selemparan batu ia hasrat berlari
hindari jerit jeruji penjara di jantungnya

acak terurai rambut ikalnya lepas menusuk nusuk
mimpi buruk tak terusai meretas bilur bilur naluri
melolong lolong meliuk liuk dan manik mata menitik air
:aduhai kemana titik ujung sejuk MU?

ditatihnya kaki lepuh lebam bernanah
menyeok terseret menyapu lembaran hitam lorong ingatan
dikoyak-koyak kuku kuku runcing burung bangkai
lihatlah jelas jejak lendir nasibnya
anyir!
perempuan telanjang bersimpuh di tepi jalan
terkulai pasi di mimpi derita tepi jalan

Ketika datang sang lelaki pejalan kaki
direngkuh diwangikan
diperkosa.

Posted on November 24, 2007, in Dibuang Sayang and tagged , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. tragis. gw bacanya mrinding.

  2. asyiiikkkkkk…….
    bisa sering-sering berkunjung nich.

    asli saya suka barisan kata,namun masih menebak apa dibaliknya

    tetap nulis,puisimu bagus

  3. Doain aja aku kuat ngeblog. Abis koneksinya di warnet….

  4. kkezzzaaaaaaaammm
    masih ada ga sey kemanusian di muka bumi ini..
    lanjut truzzz berkaryanya…

  5. seperti malam yang tak pernah usai dipelukan iblis

  6. Lintas kata terawang mata
    bilur biru meretas relung
    pedih hati teriris puisi
    Rangkaian ungkap menyapa sukma
    Indah …. Menawan …….nyeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: