Anak Kecil di Kotaku

merah dekil nafas anak kecil di kotaku
membaur deru hitam asap pabrik
mencabik bercak bercak kebun bunga
telah lama ditanam dengan hati leluhur
:nyeri menyeringai setiap hela nafsu!

pekat subuh anak kecil di kotaku
menjaja segantang putus asa di bekas botol air mineral
murah aroma tak berdaya
marah hati dipendam malam nanti
: o dingin menusuk syaraf busuk ini?

terik siang anak kecil di kotaku berlari
mengejar sang dewi penawar semu
dipeluk erat didekap erat di lengan lunglai
melepas sempal sempal hati palsu
tak pernah mampu melempar ungu biru rindu
: matanya meleleh terbakar angkara!

temaram ujung senja anak kecil di kotaku
terduduk lesu lepas nafas satu satu
kelopak cintanya mengelupas perih
terseret asap knalpot bis antar kota
menampat-nampar rona tak berdosa
: tiada henti

kelam malam anak kecil di kotaku
tertidur mati selimut kumuh sisa kemah kemah hidup
yang telah terkecoai tertikusi setiap mili benang kusutnya
dendam dihati terberai satu satu
:esok bangun diputar sejarah yang tak berpihak!

Posted on November 23, 2007, in Dibuang Sayang and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: