Di atas sukses ada sukses

Murni dikutip dari Buku Life Excellent, Reza M. Syarief, hal. 4-5

Para insan sejati, siapapun Anda, apapun posisi Anda, apapun jabatan Anda, apapun peran dan fungsi Anda di rumah, di kantor, di dalam kehidupan politik, dalam kehidupan berbangsa bahkan dunia, kita harus memiliki tahapan yang di sebut signifikan. Apa itu signifikan? Di atas sukses ada sukses. Setelah anda berhasil . Anda harus bsa memacu diri anda untuk bisa membuat orang lain lebih berhasil dibandingkan anda. Sayang sekali para insan sejati , banyak saya lihat para manager di sebuah perusahaan, ketika ia sudah mencapai posisi manager, dia tidak ingin staff supervisor di bawahnya bisa menandingi posisi dia . Dia tidak ingin membuat anak buahnya lebih maju dibandingkan dirinya , karena mereka berfikir, kalau saya buat mereka maju, jangan-jangan posisi saya akan digeser olehnya. saya pikir ini sebuah tindakan yang kurang bijak . Kalau anda seorang ibu atau seorang ayah ketika mendidik anak , tentu anda tidak punya pikiran kalau nanti reputasi anada di kalahkan dengan anak sendiri . Namun kenapa ketika anda menjadi seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan atau lembaga apapun anfa yidak ingin anak buah anda lebih maju dabandingkan anda?
Ketika orang berfikir dengan cara signifikan, dia tidak akan lagi mengatakan demikian. Yang ada dalam hatinya adalah bagaimana saya bisa sukses dan saya bisa membuat orang lain berhasil seperti saya –bahkan lebih dari saya. Intinya siap sukses tapi juga siap suksesi. Kalau hanya siap sukses tapi tidak siap suksesi, artinya kita belum termasuk orang-orang yang signifikan. Orang-orang yang signifikan adalah selain sukses, dia juga siap untuk suksesi, dia siap “dilengserkan” kapan saja .

Para insan sejati ketika kita menjadi manager apa yang akan kita lakukan sebagai orang yang sipnifikan? kita akan buat, kita akan didik kita akan latih anak buah kita , bagaimana mereka menjadi seorang manager. Mungkin kita akan bertanya ” lantas dimana posisi kita pada saat itu? ketika mereka menjadi manager, tentu saya kita menjadi general manager . Ketika kita menjadi seorang GM , kita akan didik manager kita menjadi GM. Kemudian kita akan bertanya dimana posisi kita? Kita sudah menjadi seorang direktur. Begitu seterusnya . Kehidupan terus akan memenangkan kita. dia akan terus membawa kita kepada keberkahan.

Powered by : Crystal X

Posted on November 22, 2007, in Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: