Sukses atau Gagal Adalah Buah Dari Upaya Perubahan Takdir

“Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri berupaya merubahnya.”

Takdir manusia selalu bisa diupayakan. Itu pesan yang tersirat dari wahyu di atas. Jangan lupa juga bahwa kita adalah khalifah. Pengelola. Bukan Budak.

Bagaimana kronologis, alur cerita, kok taqdir bisa dirubah?

1. Perubahan Pola Pikir.

Yang mendasari perilaku, kegiatan, kecenderungan, permainan, kesenangan dll seseorang adalah pada pola pikir nya. Orang dengan pola pikir narimo tidak akan menjadi khalifah. Kalaupun ada amanat, anugerah, kesenangan yang tiba tiba hadir padanya ia hanya mampu berkata, “Saya sangat beruntung”. Ia tidak bisa berkata ;”Alhamdulillah ini adalah karunia Ilahi karena buah ikhtiarku”. Beda tidak?.

Orang dengan pola pikir positif, terbuka, mau maju, mau berusaha akan berbuah sukses. Ia akan berguru pada orang sukses. Demikian sebaliknya.

2. Penerapan Pola Pikir di Dalam Tindakan.

Pola pikir bagus, positif, mau maju, mau berusaha tetapi tanpa disertai dengan kemauan dan langkah nyata untuk menerapkannya dalam tindakan, “sama saja boong”. Pinter ngomong ra iso nglakoni. Pola pikir harus diterjemahkan dalam tindakan yang sejalan dengan pola pikirnya. Ia punya langkah jelas yang mencerminkan pola pikirnya. Bekerja keras, mau belajar, pantang menyerah. Bila jatuh bangkit lagi.

3. Tindakan Yang Berulang Membuahkan Kebiasaan.

Bekerja keras, mau belajar, pantang menyerah, bila jatuh bangkit lagi dlsb bila dilakukan terus menerus karena pola pikirnya sudah meng”hati”, akan menjadikan semua itu menjadi kebiasaan. Kebiasaan untuk bekerja keras, kebiasaan untuk belajar, kebiasaan tidak menyerah, kebiasaan untuk hal positif lainnya.

Bila semua hal positif sudah menjadi kebiasaan, maka apa yang kita rasakan ketika kita tidak melakukan kebiasaan kita?. Risi. Kita terbiasa mandi setidaknya 2 kali sehari. Bagaimana rasanya tidak mandi 2 hari?. Kitya terbiasa setiap pergi pasti bawa HP. HP kita tertinggal. Apa yang kita rasakan?. Ada yang kurang. Ada yang risi. Oooo… baru ingat, HP ketinggalan.

Kebiasaan ada di alam bawah sadar. Ada di otak kanan. Tidak perlu dipikirkan, kita tetap melakukannya. Kita masuk kamar mandi, apakah kita pernah berpikir di kamar mandi ada Air atau tidak?. Kita masuk saja. Ada air atau tidak itu nanti. Kita terbiasa begitu. Otak kanan kita yang mengatur.

Bagaiamana bila hal hal negatif yang jadi kebiasaan kita?. Kita terbiasa mengeluh, terbiasa sakit hati, terbiasa malas, terbiasa dlsb. Ya itulah kondisi alam bawah sadar kita. Otak kanan kita selalu menyuruh kita untuk mengeluh.

4. Kebiasaan Yang Laten Dilakukan Akan Jadi Karakter.

Namanya saja karakter, sangat sulit dirubah. Betapa dahsyatnya kita apabila kita punya kartakter orang sukses. Berpola pikir positif, terbuka, mau belajar, mau berusaha, tidak pantang meyerah, berteman dengan orang sukses dlsb. Kita tinggal menunggu satu titik yang disebut momentum. Momentum untuk melejit. Momentum untuk suskes.

5. Bila Momentum Untuk Sukses Sudah Datang

Apakah itu bukan merupakan bibit dari takdir yang berubah?. Padahal karekter terus memupuk bibit perubahan takdir itu. Maka Sukses atau gagal adalah buah dari upaya perubahan takdir
Maka bagaimana kita masih bisa berkata “Sudah takdirku begini?.

Maka Bagaimana kita mengingkari wahyu di atas?

Posted on November 21, 2007, in Renungan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: