Mei 2008 jam 02.00 WIB. Dini hari. Keino Reika baru saja melaut bersama perahu nelayan. Pas turun dari perahu, hatinya – eh kakinya seperti ada yang nyubit nyubit gicu.. Penasaran ada yang ngisengin, Keino pun mengamati kakinya yang dicubiti. Ternyata, matanya melihat hewan hewan kecil bulat putih mengerubungi kakinya. Putih nggak nya nggak diberitain. Kejadian berikutnya seperti di video yang beredar di Youtube.
Bangsa ini yang kondang dengan responnya pada hal yang berbau sesnsasional ini pun ramai dengan video Monster Ancol tersebut. Yang dimasyarakat sulit di lacak. Tapi di dunia maya ini?
Siapa saja yang merepon?
Pihak manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol yang pertama tentu saja. Mereka langsung mencari jejak monster air. Hasilnya nihil. “Insya Allah petugas kebersihan dan operasional kita tetap standby untuk menghindari hal-hal yang membahayakan pengunjung,” kata staf corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memperkirakan monster air itu merupakan binatang yang berubah wujud karena tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Emang benar ada evolusi, pak? Atau mutan, gicu? Pak Slamet mengatakan kemungkinan monster air tersebut binatang pemakan bangkai yang berubah wujud karena buruknya kualitas lingkungan di Pantai Ancol.
Slamet mengaku tidak heran karena Pantai Ancol merupakan 1 dari 9 muara di Jakarta yang kualitas airnya tercemar berat. Data tersebut merupakan hasil penelitian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta pada 2005.
Pak Jusuf Kalla pun kaget : “Di mana itu?” tanya beliau ketika hendak memulai konferensi pers di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2008). “Di pantai Ancol, Pak,” jawab wartawan.
Badan Pengendali Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemprov DKI Jakarta mengaku belum mendengar kabar ini. Hingga belum bisa memastikan apakah hewan-hewan itu muncul karena adanya pencemaran. Tapi, pihak BPLHD segera menyusun tim untuk dikirimkan ke Pantai Ancol.
Para nelayan malah heran, mendengar adanya kabar soal monster air yang doyan bangkai dan darah segar tersebut. Atau mungkin juga heran mengapa itu diributkan. Mengapa bukan ngeributkan nasib nelayan karena BBM nggak turun turun. Emang ada hubungannya. Ya ada lah,
“Tidak ada Mas, saya belum pernah dengar,” ujar Sapto yang biasa menyewakan perahunya untuk berwisata di kawasan wisata Ancol. Nelayan maupun penduduk yang tinggal di pesisir Jakarta mulai dari Kalibaru hingga Muara Angke juga sama pendapatnya. “Ah ada-ada saja, kalau ada kita sudah tahulah, kita sudah berpuluh-puluh tahun melaut” ujar Warsito seorang nelayan Muara Angke.
Dan inilah akhirnya.
Monster itu bernama Cirolana sp. Sodaranya Carolina, kali. sejenis Crustacea. Udang udangan, parasit yang suka menyerang ikan-ikan di laut. “Biasanya kalau ada nelayan yang menangkap ikan yang lumayan besar, akan ada satu dua binatang itu yang menempel pada ikan tersebut,” kata Peneliti Oseanografi LIPI, Indra Aswandi. Hal itu dikatakan Indra dalam jumpa pers di Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD. Indra kembali menegaskan monster kecil itu tidaklah berbahaya bagi manusia. “Bahkan kalau banyak bisa dibikin rempeyek,” canda Indra. (disarikan dari detik.com)
Ingin mencicipi rempeyek monster?
Posted by Warda on November 19, 2008 at 8:23 pm
Ikan saja jadi ramai…apalagi bom…
Posted by Warda on November 19, 2008 at 8:30 pm
namanya ikan pasti “rempeyek Monster ancol, enak dan gurih” siapa yang punya ha yo…?
Minta dong?
Posted by Warda on November 19, 2008 at 8:32 pm
MInta dong…rempeyeknya…monster ancol…:D
Posted by test on Juni 1, 2009 at 4:54 am
Test
Posted by Varian on Juni 1, 2009 at 4:55 am
Weleh, monster gitu ajah bikin heboh, betul tuh, untungnya bukan BOM….