Pendar bulan peluk kerlip bintang di kerling langit malam tadi
terhampar antara sepoi lembut lentik bulu mata
masih menggelatar, membelai ujung nurani,
selalu saja aku lemas damai,
: adalah tebaran lampu Malioboro dari tepi bukit ini
mengular rasa sari madu cinta
siapa rela temaram pagi mengusir?
jalan terus tertoreh di tiang tiang waktuku
ada baris rebusan rebung menanti
dibagi untuk para pengemis
agar meninggi bambu di tongkat rapuh
agar meruncing seiring ceruk ceruk harapan
pengap keringat menyesak asma kumatku
mencekik dada mencekik nafas mencekik rasa
satu..
satu..
satu..
aku sudah mati dari dulu
kalau saja pendar bulan peluk kerlip bintang di kerling langit malam tadi
terusir temaram pagi !
: duh! Esem Angujiwat!
Posted by izzadwje on November 27, 2007 at 2:21 am
siiiiiiiiiiiiiiip bangets
Posted by baliazura on November 27, 2007 at 5:53 am
mantab
ternyata orang yogya to,kepengen jalan-jalan ke kota gede
Posted by zlamzani on November 27, 2007 at 9:15 am
Tak anter. Kapan?