Langit di atas perempuan telanjang berdiri di tepi jalan
meneteskan embun sisa sublim malam
pucat dingin terendam balok balok es bongkahan hati
selemparan batu ia hasrat berlari
hindari jerit jeruji penjara di jantungnya
acak terurai rambut ikalnya lepas menusuk nusuk
mimpi buruk tak terusai meretas bilur bilur naluri
melolong lolong meliuk liuk dan manik mata menitik air
:aduhai kemana titik ujung sejuk MU?
ditatihnya kaki lepuh lebam bernanah
menyeok terseret menyapu lembaran hitam lorong ingatan
dikoyak-koyak kuku kuku runcing burung bangkai
lihatlah jelas jejak lendir nasibnya
anyir!
perempuan telanjang bersimpuh di tepi jalan
terkulai pasi di mimpi derita tepi jalan
Ketika datang sang lelaki pejalan kaki
direngkuh diwangikan
diperkosa.
Posted by seva on November 24, 2007 at 8:59 am
tragis. gw bacanya mrinding.
Posted by baliazura on November 24, 2007 at 1:58 pm
asyiiikkkkkk…….
bisa sering-sering berkunjung nich.
asli saya suka barisan kata,namun masih menebak apa dibaliknya
tetap nulis,puisimu bagus
Posted by zlamzani on November 25, 2007 at 5:27 am
Doain aja aku kuat ngeblog. Abis koneksinya di warnet….
Posted by vie on November 25, 2007 at 4:37 pm
kkezzzaaaaaaaammm
masih ada ga sey kemanusian di muka bumi ini..
lanjut truzzz berkaryanya…
Posted by roemahcerdaz on November 27, 2007 at 7:42 am
seperti malam yang tak pernah usai dipelukan iblis
Posted by ikemart on Januari 2, 2008 at 7:50 am
Lintas kata terawang mata
bilur biru meretas relung
pedih hati teriris puisi
Rangkaian ungkap menyapa sukma
Indah …. Menawan …….nyeri
Posted by sendit on Mei 29, 2009 at 8:37 am
gak ngerti mas…
http://sendit.wordpress.com