Arsip Bulanan: November 2007

Pengembara Hati

Langit terdalam hati orang orang kaki gunung itu
terpaut mesra pada gemericik air puncak bukit
yang menetes meresap meliuk mengalir meriak
antara batu hitam anak anak sungai
sejuk anyes memenuhi kendi kendi dahaga

bayang malam menerobos baris wangi pokok pokok pinus
intiplah biru bening mata anak anak telanjang
berlari jitungan
diantara canda ria perempuan perempuan cinta
persembahan agung lelaki lelaki kaki gunung itu.
: padang mbulan mbulane koyo rino

Kedung terdalam liuk sungai kaki gunung itu
menyimpan nampan nampan kehidupan
pantulkan wajah bulat bulan
dipeluk disimpan didongeng di nina bobo

sudah sepekan ini pengembara hati
tak usai usai berenang di luas rengkuh tepiannya
tak bosan bosan membuncah buncah air ke wajah
ke mana saja sesuka hatinya
tak basah basah kerongkongannya
tak puas puas perut membuncit air
: Ini permainan terakhir!!

Pengembara hati menangis
langit terdalam hati orang orang kaki gunung itu
tak lama lagi mendung beraroma pesing comberan
ingin menepis perih hati
bapaknya yang nikmati kencing di mata air telah mengebiri kelakiannya

Obrolan Rolasan : Ribut soal Temasek versus sayur organik

Jalanan seperti biasa, tapi debunya beterbangan minta ampun diterpa bis antar kota. Mas Peyek membenarkan lagi plastik tutup dagangannya. Maklum, dah beberapa minggu ini hujan tidak turun. Katanya ada badai tropis di tengah laut china selatan. Jadinya titik air hujan di indonesia banyak yang kesedot kesana.

Dari radio ada berita tentang Temasek, si raksasa singapura yang katanya bermain monopoli negeri ini.
“Wong cuma main monopoli kok nggak boleh”, mas Peyek nyelethuk sekenanya, sambil mengambilkan rokok eceran untuk Drajat.
“Ini bukan main monopoli kayak mBendhol, anakmu itu.”, Drajat mencoba menjelaskan.
“Lha, Emang ada monopoli yang lain?”, lanjut mas Peyek, “Lagian si Temasek itu, kurang kerjaan, ngapain jauh-jauh dari Singapurake ke Indonesia cuma main monopoli?”.
“Ahh emboh, guneman sama wong kluthuk”, Drajat sewot sendiri.

Sabri hanya senyum senyum dari tadi. Srttt. Es Teh gula sedikit mengalir membasahi rasa hausnya.
“Sebenarnya gimana to, Pak Guru?”, mas Drajat bergeser mendekati Sabri.
“Saya sendiri nggak tau pasti. Tapi jelasnya..”,
“Jelasnya pie, pak Guru. Mosok main monopoli saja nggak boleh?, mas Peyek masih nggak ngerti

Temasek itu Perusahaan Besar di Singapura yang mempunyai saham di Telkomsel dan Indosat hampir 50%. Atau malah lebih, ngak tau pastinya.”
“Lha terus, mengapa nggak boleh?”
“Lha saya juga nggak tahu..”, Sabri mencoba mengakhiri pembicaraan itu.

“Sudah lah mas Peyek, Drajat, kita ini orang kecil, nggak usah ikut mikir hal hal seperti itu. Bukan bidang kita.” Sabri benar benar mengalihkan bahan pembicaraan.
“Pernah dengar Sayuran Organik?” Pancing Sabri

“Blom”, koor drajat dan mas Peyek.
“Kmaren aku liat di TV, katanya sayuran kita ini sudah tercemar pestisida kimia.”
“Pestisida itu… “, mas Peyek hampir selesai.
“Obat yang dipakai untuk membuhuh hama tanaman”, Sabri menjelaskan.”Kata mereka di TV di Magelang dari 500 petani yang diteliti sayurannya, 95% lebih tercemar pestisida”.
“Trus hubungannya dengan kita? apa pak Guru?”, Drajat tidak mudeng.
“Gini, keluargamu sering makan sayur, tomat, wortel, bawang merah – putih dll, nggak”.
“Lha iya dong, pak. Kan sayuran itu sehat”
“Kalau keluarga saya jarang, pak.” mas Peyek menambahi. “Paling sering makan nggak pake sayur. Pake gorengan yang nggak habis.

“Justru di situ masalahnya, Jat. Karena kita sering ngonsumsi sayur sayuran, padahal kita tidak tahu cara nanamnya apakah pake pestisda kimia atau tidak, jadi bahaya”
“Lha tapi kan sebelum di masak di cuci dulu, pak Guru”, Kali ini mas Peyek agak ngilmiah.
“Pestisida kimia itu tidak bisa hilang hanya dengan dicuci. di tanah saja perlu berpuluh puluh tahun untuk menghilangkannya.”
“oooooooo”
“Dan efeknya, dalam jangka lama, penyakit kanker. Nggak tanggung tanggung.”
Semua diam. Merenung.

“Emang petani kita semua pake petsisida kimia?”, Drajat memecah suasana, pingin tahu.
“Ya nggak semuanya…Tapi kebanyakan begitu dan dengan dosis yang sudah kelewatan. Biar hama pada mati”.
“Trus caranya agar kita dapat sayuran yang gak kena pestisida?”
“Ya beli sayur organik, sayur yang tidak tercemar pestisida kimia. Ada banyak di supermarket”
“Pak Guru ini aneh aneh, sayur saja kok beli di supermarket?”, tanya mas Peyek cengengesan.
“Betul sekali. Ada cara agar kira dapat sayuran yang organik”
“Gimana, gimana pak?”, kejar mas Peyek.
“Tanam sendiri dan jangan menggunakan pestisida kimia”,

“Iyaakkk, pak guru ini semakin aneh, lahannya mannnaaaa..?” mas Peyek menirukan iklan pembunuh. Rokok.
“Di pekarangan rumah bisa”
“Lha kalau di pekarangan rumah, terus luasnya berapa pak? ra cucuk.” Drajat berpendapat.
“Ingat tujuan kita tadi, hanya untuk kita konsumsi sendiri”. Sabri menegaskan lagi.
“Iya ya…”
“Ini memang untuk kita sendiri, tapi bila kita mau cerita ke tetangga kita atau keluarga kita yang lain,
bila mereka mau melakukan ini, berarti kita sudah bermanfaat bagi mereka. Dan bukankah umat yang paling baik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain”. Tegas Sabri sedikit berkotbah.
“Trus, caranya nanam gimana?”
“Kita tanya ke pak Ikhsan. yang sering ngangkring di sini juga”
“Yang PPL itu ya pak Guru”
“Tul, beliau itu jago sayuran organik”

Dari Radio Tjawang mas Peyek, Waljinah mengiyakan..

E E E duh senenge
konco tani yen nyawang tandurane
Konco tani
sokoguru tumrtap negarane.

Sukses itu mudah: Penuhi Quota Anda

Seorang penjual bakso, untuk menghabiskan sekitar 200 mangkok, seperti biasanya, dia harus berkeliling dari jam 5 sore sampai jam 10 malam. Dia juga harus berkeliling di 5 dusun. Penjual bakso itu bisa dikatakan mempunyai nilai rata rata menjual 40 mangkok per jam dan 40 mangkok per dusun.

  • Bisa ngebayangkan ketika satu hari penjual bakso itu hanya jualan dari jam 5 sampai jam 7 malam?
  • Bisa ngebayangkan ketika satu hari penjual bakso itu hanya jualan di 1 dusun saja?
  • bagaimana caranya agar penjual bakso itu memperoleh penghasilan 2 kali lipatnya?

Seeorang sales asuransi dalam satu hari mampu mendapatkan 5 nasabah. Untuk mendapatkan 5 nasabah tersebut, salaes itu ternyata harus menawarkan kepada 50 orang.

  • Bagaimana agar sales tersebut memperoleh 10 nasabah dalam sehari?.
  • Bagaimana bila ia hanya menawarkan jasa asuransinya kepada 10 orang saja?

Artinya setiap kita mempunyai nilai rata rata keberhasilan dalam melakukan sesuatu. Kalau kita punya target, kalikan saja target kita dengan nilai rata rata kita. Itu namanya quota kita untuk sukses. Lakukan quota itu, selesai. Mudah kan?. Tapi jangan diakali, misalnya karena kita tahu rata rata kita 2 proyek per 10 proposal, kita seenaknya menentukan prospek, senaknya saja membuat proposal. Nilai rata selalu tergantung lurus pada upaya, mutu kita, dan pangsa pasar kita.

Anda punya rata rata menjual 10 unit alat kesehatan dari setiap 100 penawaran yang anda lakukan. Anda semestinya menilai prospek anda waktu menghasilkan nilai 10 tadi.

  • Emang 10 laku ketika kita menawarkan alat tersebut kepada 100 amak kecil atau 100 anak SMA?.
  • Anda kemarin menjalankan bisnis anda dengan berpakaian rapi, emang laku kalau anda hanya menggunakan kaos oblong sandal jepit?

Sangat mungkin ini juga berlaku untuk rating blog kita. Kalau tulisan kita yang ramai dikunjungi hanya 1 dari 10 tulisan, maka semestinya kita banyak menulis agar semakin banyak tulisan yang ramai dikunjungi. Mau 20 tulisan yang banyak dikunjungi? Tulis saja 200 tulisan. Tapi ingat, sekualitas dengan kemarin.

Apakah nilai rata rata kita bisa meningkat atau menurun?. Seiring dengan usaha anda memenuhi quota, maka semakin tajam pula pisau upaya anda. Begitu sebaliknya.

Tetapi mengapa tulisan-tuilisan saya selalu di tolak oleh surat kabar?.
1. Bisa jadi bakso tulisan anda tidak enak.
2. Bisa juga nilai rata rata anda belum mancapai 1.
Lagian ngapain susah susah kirim ke surat labar. Kirim aja ke blog anda sendiri, pasti dimuat. Tul?

Tinggal anda, puas dengan keadaan saat ini atau pingin lebih sukses?. Temukan nilai rata rata anda, tentukan target anda, kalikan target anda dengan nilai rata rata anda. Penuhi quotanya. Beres!. Dengan cara seperti ini, anda akan fokus pada upaya dan bukan pada hasil, Karena hasil hanyalah sekian persen dari quota kita.

Kalau kita jalan, jangan mikir lambean. Fokus saja jalan, lambean tangan akan ikut sendiri. Kalau anda jalan tapi masih mikir bagaimana lambean tangan kita, coba sendiri, pasti wagu!!

Piye hayo???

Penghianat Cinta

Serumpun perdu hijau di tanah gersang
bersenandung tembang merdu tanah ini
menina bobo jiwa jiwa garing
tersenyum dibelai bilah bilah belati sembunyi
lelap di peluk kepal kepal cengkeram serabutnya

Serumpun perdu menebar ribuan benih
ringan terbang di giring angin
menggurita
sisakan sepetak peraduan
di mana labirin benalu menusuk kusam pipa pipa
menyedot kering humus cinta

serumpun perdu
tak kau lihatkah kuat pilar akarnya
menukik tajam jauh di nadi tanah ini?
rumput tak lagi hijau terberangus kaki lemahnya

saat petik buah anak kecil di nina bobo
dibius warna ranum merah
terlelap tanpa mengecap
ia bermimpi ranum buah tinggalkan gapaian

Obrolan Rolasan: Sertifikasi Guru, Kado Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Jam dua belas siang.

Saatnya orang kantoran pada istirahat. Saatnya ruangan kantor sepi. Saatnya orang kantoran pada makan siang. O tapi tidak, ternyata bukan hanya orang kantoran, buruh buruh pun pada istirahat pada jam jam ini. Melepas lelah setelah menukar 4 jam waktunya dengan harapan.

Di angkringan mas Peyek lain lagi. Jam jam segini malah jadi jam jam sibuk.

Sabri, Guru Honorer di SD Luar Negeri, swasta maksudnya, dekat angkringan mas Peyek, sudah dari tadi malit meletakkan pantatnya di lincak. Ngalamun kayaknya. Tangannya saja yang ulik ngupas kacang. Oh ya mulutnya juga, nggayemi.

“Es teh, Yek!. Biasane”, Pintanya pada Mas Peyek.
Tak usah nunggu lama Es Teh pun membasahi kerongkongannya. Mas Peyek memang sudah hafal. Es teh gulanya sedikit.

“Pak Guru, kok tumben lemes, da pa to, Pak?” Tanya mas Peyek sambil mengaduk Teh Anget. Ada pembeli lain yang minta Teh Anget. “Monggo, mas!, teh nya”, mas Peyek menyodorkan Teh anget tadi ke pembeli.

“Iya, pak Guru!”, tau tau Drajat, Satpam pabrik dalaman wanita cap kumis, juga dekat dekat situ saja, nimbrung. “Es Kopi, Yek!”, katanya sambil membenarkan duduknya. Persis di sebelah Sabri.

“Harusnya pak Guru ini kan senang.”, matanya mengerling ke Sabri,
“Pemerintah akan menaikkan tunjangan kepada guru menjadi satu kali gaji!”, Drajat melanjutkan sambil tangannya membuka bungkusan nasi kucing, “Sendok, Yek!”.

Sabri hanya tersenyum. Dari radio merk tjawang peninggalan mbahnya mas Peyek, mengalir bening tembang Caping Nggunung

Dek jaman berjuang
njur kelingan anak lanang
mbiyen tak openi
ning saiki ono ngendi

“Kamu kok tahu, Jad?”, tanya mas Peyek. Peyek memang serba nggak tahu berita, orang kalau nonton tipi sukanya ngeliat sinetron. Pas giliran berita di bunuh tuh tipi, “emang bener, pak Guru?. Wah seneng dong?, bisa kredit mio

“Justru karena itu aku sedih, Yek!”
“Lho kok bisa?”, mas Peyek nggak percaya. Drajat juga. Berpandangan mereka menunggu penjelasan dari Sabri.
“Berita itu memang benar”, Sabri menjelaskan. Berhenti sejenak menghela nafas, “tapi bukan untuk guru seperti aku ini”.
“Alahh, pak Guru ini guyon, emang guru ada berapa, guru itu semua ya sama. Yang wajib digugu dan ditiru. Wong guru kok beda-beda!”, sanggah mas Peyek lugu.
“Memang ada syaratnya, pak Guru?”, Drajat memang sedikit lebih melek. “Apa yang disebut sertifikat, itu pak Guru?”.
“Sertifikasi”, Sabri membenarkan,
“Itu hanya untuk guru yang sudah mengajar lebih dari 20 tahun”, terawang Sabri. Kali ini ia lebih bicara pada dirinya sendiri.
“oooooo……..”, Drajat dan mas Peyek koor. Bedanya Drajat ada nasi di mulutnya sedang mas Peyek tidak.
“Dan yang usianya sudah 55 tahun”
“oooooo……..”, Drajat dan mas Peyek koor lagi.
“Dan syarat lain yang aku jelaskan pun kalian malah tidak mengerti”

Ketiganya larut dalam diam dengan pikiran masing masing. Mas Peyek manthuk-manthuk tapi tetap bingung mengapa ada guru yang dapat kenaikan gaji dan ada yang tidak. Drajat melayang ke jam 7 nanti malam. Ia mau ngedate pertama sekali dengan Ambar, salah satu bunga pabrik tempatnya bekerja. Ia senyam senyum sendiri, Yesss!! bisik hatinya

Sabri sebenarnya mau berbagi tentang kekecewaannya dengan aturan sertifikasi guru itu. Yang bener saja, lama mengajar minimal 20 tahun, usia minimal 55 tahun, emang sekolah anak-anakku harus nunggu sampai aku berukur 55?. Belum lagi syarat syarat lainnya, begitu sulit untuk ditempuhnya.

Tetapi dipendamnya dalam hati. Ia, Sabri, punya keyakinan, punya pertimbangan, apabila ia mengkritik kebijakan itu di depan orang orang seperti mas Peyek dan Drajat, ia telah ikut andil menjadikan orang orang orang orang seperti mas Peyek dan Drajat tidak respek pada pemerintah. Dan ia tidak mau menjadi seperti itu.

Bagaimana pemerintah akan berwibawa, bila rakyatnya hanya diajari untuk tidak menghargai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah?. Ia juga percaya, bahwa suatu saat nanti, ada kebijakan yang berpihak kepada guru guru sepertinya. Saat ini, biarlah dirinya, Sabri, jalani hari hari dengan HR 200 ribu sebulan.

jarene wis menang
keturutan sing digadang
mbiyen nate janji
ning saiki opo lali

Syarat Sertifikasi Guru Profesional. Sumber Kompas 27 Nov 2007

Bediding

Desau kemarau hadirkan pasir debu beterbangan
menampar nampar paparan hari
di antara julangan pokok-pokok cemara
hangus hitam
terbakar sisakan prasasti mati.

Petak ladang retak kerontang
tak setetes asa tinggal di cekung celah tanah keras batu cadas
keriput pecah mengiris perih perut perut lapar
karena kecapan rasa terlanjur bebal
atau air yang tak hadir asrinya?

Di bubungan atap balai desa
burung kematian tancapkan cakar tajamkan paruh
mencabik genteng mengukir pesan
tak peduli buncit kering sayu letih
memelas memendar lunglai anak anak kecil
yang berteduh di secuil ketiak harapan.

Dingin malam menusuk pori pori peraduan

Di persawahan barat desa di petak-petak batang padi yang meranggas
ratusan lelaki bersimbah luka amis darah
mereka berebut air dengan parang
untuk menggenangi dahaga.
: Burung kematian tergagu terpaku kelu!

Jalan Jalan ke Jogja: Misteri Masuk Antara Dua Beringin Kraton.

Malioboro, Parangtritis, Tamansari, Prambanan, Imogiri dll itu biasa. Tapi Misteri Masuk Antara Dua Beringin Kraton?

Blom banyak yang tahu misteri ini. Sekitar 13 tahun yang lalu sempat tren. Bahkan dilombakan. Namanya Lomba MASANGIN. Tapi kayaknya sekarang mulai dilupakan. Pengin tau?

Di alkid, alun alun kidul, pelataran belakang kraton jogja, ada dua pohon beringin kurung. Beringin yang diberi pagar tembok. Bersebelahan barat dan timur. kira kira berada di tengah alun alun. Jarak antara dua pagar itu kira kira 5 meter. Blom ngukur sih.

Ini misterinya.

Anda, dari tepi utara alun alun, berdiri menghadap ke selatan lurus dengan titik tengah antara dua pagar tadi, kemudian kedua mata anda di tutup dengan kain atau apa saja sehingga tidak bisa melihat. Oh ya, jarak tepi alun alun ke pagar pohon beringin kira kira 50 m. Bila anda berjalan lurus ke selatan, logikanya anda akan berhasil melewati celah 5 meter antara pagar tembok tadi.

Tapi bisakah anda?


Banyak yang tidak berhasil. Ada yang menabrak pagar temboknya, ada yang melenceng 1 meter, ada yang melenceng 5 meter, bahkan ada yang kembali ke tempat semula. Seberapa jauh melencengnya adalah tergantung seberapa besar dosa dosa anda, itu tahayulnya. Ada ada saja.

Anda mau coba?.  Biar gayeng,  sebaiknya rame rame. Jadi bisa saling ngerjain.

Jalan Jalan Ke Jogja: Nikmati Sate Klathak.

Pernah ke Jogja? Pernah menikmati sate klathak? Apa Itu Sate Klathak?

Bila anda di Jogja, antara jam 11 siang s.d 9 malam, jangan lupa sempatkanlah main ke jalan Imogiri Timur. Dari perempatan Terminal Bus Giwangan Yogyakarta kearah makam Raja Raja Imogiri, tepatnya dimulai setelah perempatan pertama. Perempatan Grojogan. Emang ada apa?.

Di sepanjang jalan itu terdapat sekitar 30 warung sate kambing hanya dalam ruas jalan sepanjang 2.5 km. Jadi rata-rata hampir setiap 80 meter ada satu warung sate kambing. Orang sekitar situ saja banyak yang menyebutnya dengan “Jalan Sate”.

Yang spesial adalah sate klathak. Sate klathak adalah sate kambing muda yang hanya dibumbui dengan garam saja, sehingga bila di bakar akan ber “Klathak Klathak!”. Berbunyi maksudnya, karena garamnya terbakar. Dipercaya berkhasiat meningkatkan gairah dan stamina pria. Tapi meski hanya dibumbui garam saja, kok ya tetep enak ya?.

Jangan heran, kalo pada saat makan siang, banyak orang kantoran yang jauhnya sekitar 10 kiloan pada menyempatkan makan di jalan sate.

Yang paling sip, menurutku sih, adalah Sate Pak Jam. Tepatnya di Km 6.5 berseberangan dengan pom Bensin Jati. Ada tulisannya. Di bawah pohon mangga. Jangan sampai keliru, karena disekitar pom bensin itu saja ada 4 warung sate yang berdekatan. Kambingnya dijamin masih muda. Jadi empuk. Per porsi ( 2 tusuk sate + Nasi)  cuma Rp. 13.000,- dah masuk mimuman.

Dalam sehari Pak Jam “membunuh” 4-5 ekor kambing muda. Meski begitu, jangan harap jam 7 malam masih buka. Sudah habis. Lainnya masih buka, sih. Blom pada habis.

Selain sate klathak ada juga Sate bumbu, Thenkleng, Kikil, Lelung, Tongseng, Nasi goreng kambing dll. Tapi yang spesial ya itu tadi, Sate Klathak.

Atau mo yang lebih greeng? Pesen saja tongseng torpedo!!

Jadi dalam sehari, di ruas jalan 2.5 km itu, kira kira 90-100 kambing muda diambil hak hidupnya.

Dari perempatan terminal giwangan ke arah makam raja imogiri, bila sudah melewati trepiklet, berarti anda sudah kebablasen. Sudah lewat dari zona jalan sate. Atau emang mo ke Imogiri?

Mau mampir? Aku tinggal di dekat situ.

Aku Sudah Mati Dari Dulu

Pendar bulan peluk kerlip bintang di kerling langit malam tadi
terhampar antara sepoi lembut lentik bulu mata
masih menggelatar, membelai ujung nurani,
selalu saja aku lemas damai,
: adalah tebaran lampu Malioboro dari tepi bukit ini
mengular rasa sari madu cinta
siapa rela temaram pagi mengusir?

jalan terus tertoreh di tiang tiang waktuku
ada baris rebusan rebung menanti
dibagi untuk para pengemis
agar meninggi bambu di tongkat rapuh
agar meruncing seiring ceruk ceruk harapan

pengap keringat menyesak asma kumatku
mencekik dada mencekik nafas mencekik rasa

satu..

satu..

satu..

aku sudah mati dari dulu
kalau saja pendar bulan peluk kerlip bintang di kerling langit malam tadi
terusir temaram pagi !
: duh! Esem Angujiwat!

Lelaki kudisan

Lelaki kudisan
menuntun jemari kakinya menenun tanah merah
disiapkan untuk perjamuan senja
agar ia mabuk dalam piala anggur anggur
orang menyumpahi pahit getir baunya
anak kecil meledek otak stripnya
wanita berlindung di balik stagen.

Tetapi inilah jaman ketika
air suci tanah merah adalah derita
untuk apa ditetes tetes tengah malam
di tuang tuang laksana bekal
di usap usap membasuh, katanya, debu jalan panjang?

Lelaki kudisan
berkedip perih ada kerikil mengkerak di kerut mata
menggores gerai hati
: Astagfirullah

Lelaki kudisan
bernyanyi lagu kemenangan
dengan nada nada lengking
memekak singgasana sang raja
: Oi bunuh itu lelaki!

Lelaki kudisan,
suatu pagi di pinggir kota,
jasadnya dikerumuni lalat lalat manusia
tak berdaya tak berdecak tak mengerti
wangi putih melati meninggi
menembus batas awan batas langit
batas mata
entah dimana menepi!
: hari ini banyak lelaki jadi kudisan.

Haji Abu Bakar, haji Atas BUdi BAik golKAR.

Minggu-minggu ini adalah musim pemberangkatan haji saudara saudara kita yang telah dipanggil Alllah ke Baitullah, Makkah Al Mukaromah dan Madinah Al Munawaroh. Semoga mereka sepulang dari tanah suci kembali ke Indonesia menjadi Haji Mabrur. Dan Negara semakin makmur. Amin.

Ngomong ngomong soal haji, ada bebebera istilah lucu yang muncul. Diantaranya :

  • Haji Abidin, haji Atas BIaya DINas.
  • Haji Abu Bakar, haji jaman orde baru dulu. Haji Atas BUdi BAik golKAR.
  • Haji Wahyu, haji karena saWAH nya paYU. Alias berangkat dengan biaya dari jualan sawah.
  • Haji Sokkeh, haji atas SOKongane wong aKEH. Dari iuran orang banyak. Contoh : Para pembimbing haji dari KBIH. (He he! Setidaknya ada yang mengakui sendiri mereka adalah Haji Sokkeh)
  • Haji Nasib, haji karena nasib baik. Dapat undian haji contohnya.
  • Haji Nasab, haji karena ortu kaya rasa. Dibiasayai Ortu.
  • Haji Nishob, haji karena sudah mampu membayar sendiri.

Menurut pak Ustadz Imam Subarno dari POLDA DIY, semua itu baik baik saja, sah sah saja. Asal jangan yang satu ini:

  • Haji Tomat , haji yang mau berangkat TObat setengah mati tapi ketika sudah pulang kuMAT lagi.

Dan yang paling kasihan adalah

  • Haji Abu Rasyid, haji Arep BUdal RA SYIDo, haji mau berangkat tapi nggak jadi. Sudah montong montong mo berangkat, sudah pesawat di depan mata, ehhh penyekite kumat. Ya sudah, nunggu tahun depan.

Anda mau masuk atau sudah masuk yang mana?
Ada Haji yang lain?

di tunggu komen nya.

Dalam insiden semalam, 160 Yahudi terbunuh!!

Sepasang pengantin baru, selepas walimahan, murung. Pak Ustadz yang kebetulan mengetahui menghampirinya.

“Ada apa? Pengantin baru kok murung?, Masuk Angin?”
“Bukan begitu pask Ustadz. Saya nggak tahu apa yang mesti kulakukan nanti”
“Nanti malam?”
“He eh pak Ustadz”
“Gini saja, tahukah kamu pahala suami-istri yang melakukan “olah raga”? Tahu maksudku?”

Pengantin itu tersenyum malu sambil mengganguk.
“Tapi pahalanya nggak tahu, ya Ustadz!”
“Pahalanya “, ustadz itu menjelaskan ;” pahala sekali melakukan sama dengan pahala membunuh 40 Yahudi dengan alasan karena jihad”
“Betul, Ustadz?”
Ustadz itu tersenyum pergi sambil mengacungkan ibu jari kanannya.

Jam delapan malam.
“Dik !”
“Apa mas?”
“Mari kita bunuh 40 Yahudi”
“Monggo mas!”
Jam delapan malam 40 yahudi terbunuh!!!

Jam sepuluh malam.
“Dik !”
“Apa mas?”
“Baru 40. Mari kita tambah lagi..”
“Monggo mas!”
Jam sepuluh malam 80 Yahudi terbunuh.

Jam 1 dini hari
“Tanggung dik, bagaimana kalau kita genapkan 120 yahudi malam ini?”
“Tapi aku ngantuk, mas?”
“Sebentaaaar saja…”
Jam satu dini hari, 120 Yahudi terbunuh.

Assholaaaaaatu Khoirun Minan Naum,
Adzan Shubuh terdengar.
“Dik, ini masih ada waktu sedikit”, kata sang suami sambil mengelus kepala istrinya.
“Maksud mas?”
“Aku benar benar jengkel sama Yahudi. Bagaimana kalau kita bunuh 40 lagi?”
Istrinya yang kelelahan berkata lirih sambil menguap ;
“Sebenarnya yang mau mas bunuh itu Yahudi atau membunuh aku sih, mas?

Berhenti merokok itu Mudah. NGAPUSI!

Kabarnya ada obat yang diformulasi untuk berhenti merokok, tapi malah memberi efek psikologis pingin bunuh diri ya? Ada ada saja.

Berhenti merokok. Siapa bilang urusan gampang. Walau aku dah berhenti merokok 9 tahun yang lalu, tapi nggak gampang berhasilnya. Lha gimana gampang, kalau dipilih makan atau rokok, orang akan pilih rokok. Bener nggak?.

Pernah juga aku rasakan, dalam perjalanan ke puncak Sumbing dan Merapi, bekal utama bukanlah makanan atau minuman, tapi rokok. (Lha iya, makan dan minum banyak yang bawa, tapi rokok, hanya yang merokok yang bawa). Ketika sampai di Puncak, minum dan makan bukanlah kenikmatan yang istimewa. Tapi sensasi dari asap rokok, wuihh, ketika masuk ke lorong alveoli ini……..

Tips 1.
Ganti rokok dengan permen. Tapi banyak yang gagal. Karena begitu keinginan merokok memuncak, nggak kuat godaan teman, kuecutnya mulut minta ampun. Ngrokok deh!. Padahal permen masih di mulut. Hemmm, ternyata uenaak sekali ngrokok sambil ngemut itu permen. Jadi kebiasaan buruk baru. Ngemut permen sambil merokok!
Tips 2.
Ngurangin jatah uang rokok. Yang dulu sehari 1 bungkus, jadi setengah saja. Yang dulu 2 bungkus, jadi 1 bungkus saja. Ini juga banyak gagalnya. Pas kebelet mau merokok, pas habis jatah rokok, pas ada teman merokok, jadinya bukan ngurangin jatah rokok, tapi malah ngurangin jatah rokok teman. He he!
Tips 3.
Maaf bukan promosi, aku pernah di demo saat ini ada produk negeri tetangga, yang mbajak “rasa sayange” kita menjadi rasa “sayang he” mereka, kalau rokok ditaruh di atas botol tuh produk jadi nggak enak rasanya. Kaya rokok dibuka bungkus lupa nggak ditutup. Aroma pas dihisap rusak. Ini juga gagal, emang rela rokok kita di taruh di situ biar rokoknya nggak enak?. Mending beli saja rokok yang nggak enak sekalian. Tul nggak?
Tips 4.
Dulu aku sempat berhenti lama, 3 tahunan. Berhenti karena pake sabun dari produk MLM TAKASHIMA. Sekarang nggak ada lagi. Jadi bukan promosi donk. Gak tahu pasti karena itu atau bukan, selang sekitar pemakaian seminggu rutin, setiap ngrokok, apapun bandrolnya, perut jadi mual minta ampun. Persis masuk angin. Pertama kirain masuk angin. Ternyata terus menerus. Yah sudah kapok ngrokok.
Tapi akhirnya, tuhan 9 senti meter itu, mengutip istilah Taufik Ismail kembali nangkring di bibir tebal ini. Lupa alasanya.

Akhirnya aku berhenti merokok total, karena anakku yang pertama, photo di avatar ku itu, lahir, sementara aku tinggal di petak kamar 5 x 4 m RMI, Rumah Mertua Indah. Aku merokok paling banyak malam hari pas lembur di depan komputer. Ya di ruangan itu.

Setiap merokok aku merenung, kamar segini, ada anakku yang masih bayi, padahal yang terbanyak kena efek adalah perokok pasif. Lama lama, aku putuskan untuk berhenti total. Sampai saat ini. Mudah mudahan sampai mati. Intinya, hanya alasan, kesadaran dan kemauan yang kuat yang bisa. Bukan yang lain. Yang lain hanya membantu.

Tapi ada tips yang sangat frontal. Mau berhenti merokok? Setiap mau merokok, nyalakan rokok di kedua ujungnya. Pasti berhasil. Silahkan mencoba

Ada pengalaman lain? Sharing donk!

perempuan telanjang berdiri di tepi jalan

Langit di atas perempuan telanjang berdiri di tepi jalan
meneteskan embun sisa sublim malam
pucat dingin terendam balok balok es bongkahan hati
selemparan batu ia hasrat berlari
hindari jerit jeruji penjara di jantungnya

acak terurai rambut ikalnya lepas menusuk nusuk
mimpi buruk tak terusai meretas bilur bilur naluri
melolong lolong meliuk liuk dan manik mata menitik air
:aduhai kemana titik ujung sejuk MU?

ditatihnya kaki lepuh lebam bernanah
menyeok terseret menyapu lembaran hitam lorong ingatan
dikoyak-koyak kuku kuku runcing burung bangkai
lihatlah jelas jejak lendir nasibnya
anyir!
perempuan telanjang bersimpuh di tepi jalan
terkulai pasi di mimpi derita tepi jalan

Ketika datang sang lelaki pejalan kaki
direngkuh diwangikan
diperkosa.

Anak Kecil di Kotaku

merah dekil nafas anak kecil di kotaku
membaur deru hitam asap pabrik
mencabik bercak bercak kebun bunga
telah lama ditanam dengan hati leluhur
:nyeri menyeringai setiap hela nafsu!

pekat subuh anak kecil di kotaku
menjaja segantang putus asa di bekas botol air mineral
murah aroma tak berdaya
marah hati dipendam malam nanti
: o dingin menusuk syaraf busuk ini?

terik siang anak kecil di kotaku berlari
mengejar sang dewi penawar semu
dipeluk erat didekap erat di lengan lunglai
melepas sempal sempal hati palsu
tak pernah mampu melempar ungu biru rindu
: matanya meleleh terbakar angkara!

temaram ujung senja anak kecil di kotaku
terduduk lesu lepas nafas satu satu
kelopak cintanya mengelupas perih
terseret asap knalpot bis antar kota
menampat-nampar rona tak berdosa
: tiada henti

kelam malam anak kecil di kotaku
tertidur mati selimut kumuh sisa kemah kemah hidup
yang telah terkecoai tertikusi setiap mili benang kusutnya
dendam dihati terberai satu satu
:esok bangun diputar sejarah yang tak berpihak!

Membuat Orang Lain Mau Bekerja Untuk Kita

Di terminal bis antar kota di Yogyakarta, berderet banyak bis antar kota. Dari tujuan Denpasar sampai Tujuan Banda Aceh. Anda bertemu dengan teman Anda. Dia tidak tau mau ke mana, karena dia di terminal hanya sekedar main. Di tangan anda ada tiket ke Banda Aceh. Anda sodorkan tiket itu kepada teman anda, sambil anda mengatakan; “Dengan tiket ini kamu bisa sampai ke Banda Aceh dalam 4 hari 4 malam.”

Pertanyaannya: Apakah teman Anda 5 hari lagi sudah sampai di Banda Aceh? Mengapa?

Kepada teman anda yang lain yang anda bertemu di rumahnya, Anda sodorkan tiket ke Denpasar, tiket ke Jakarta, tiket ke Medan kepada teman anda.

Pertanyaanya sama : Dua hari lagi apakah teman anda yang satu ini juga sampai di Denpasar atau Jakarta? Atau apakah 4 hari lagi teman anda sudah sampai di Medan? Mengapa?

Di kesempatan yang lain, anda bertemu dengan teman anda yang lain lagi. Pada hari ketika anda bertemu di rumahnya, hampir tak ada waktu teman anda itu untuk berbincang bincang dengan anda. Ia terlihat sangat sibuk.Anda hanya ditemani ibunya hampir sepanjang anda berada di rumahnya. Sesekali ia menghapiri anda dan meminta maaf kepada anda. Hanya dari penjelasan ibunya, Anda tahu ternyata teman anda ini akan pergi ke Ujungpandang karena ada Sessi Wawancara Untuk Formasi Manajer Wilayah sebuah BUMN. Ia harus sampai di Ujung pandang 2 hari lagi. Tidak Bisa Tidak. Bila dalam 2 hari itu ia tidak sampai di Ujungpandang, sirna sudah kesempatan itu. Anda tidak punya tiket ke Ujungpandang untuk anda tawarkan kepada teman anda itu. Bahkan dari ibunya juga anda tahu, teman Anda masih kelelahan karena seminggu ada hajatan di rumahnya.

Pertanyaanya : Sampaikah teman anda itu 2 hari lagi di Ujungpandang? Mengapa?

Langkah 1. Menemukan Kebutuhan Orang Lain

Orang mau melakukan kegiatan selalu dengan alasan tertentu yang sangat kuat. Kalaupun ada orang melakukan satu kegiatan tanpa alasan, hampir pasti akan berhenti di jalan. Alasan alasan yang ada akan bermuara pada apa yang dibutuhkan oleh orang tersebut. Kalau tidak ada alasan ke Jakarta, walau ada tiket ke Jakarta, untuk apa ke Jakarta?. Alasan tidak harus besar. Tetapi harus khusus dan ada urgensinya. Anda menawarkan upah sebesar Rp. 1.000.000,- untuk satu pekerjaan kepada A. A tidak mau melakukannya karena ia tidak menganggap uang Rp. 1.000.000,- itu penting baginya. Ketika teman anda menawarkan pekerjaan yang sama kepada B hanya dengan upah separuhnya, tanpa menawar B langsung melakukannya. Dan selesai. Ternyata, teman Anda tahu bahwa B pada saat itu harus membayar uang sekolah anaknya sebesar Rp. 400.000,-. Bila tidak, anaknya dikeluarkan dari sekolahnya. Sudah pusing tujuh keliling B mencari pinjaman kemana mana tidak ada. Ia hanya ada Rp. 100.000,- di kantong. Renungkanlah, bahkan ketika teman Anda menawarkan dengan Rp. 300.000,- pun B pasti akan dengan senang hati melakukannya. Anda tahu mengapa? Teman Anda menemukan Need dari B.

Membantu menemukan need seseorang bisa dilakukan dengan berbicara dari hati ke hati tentang daftar kebutuhan kebutuhan penting yang harus dipenuhi baik untuk kebutuhan mendesak, jangka pendek ataupun jangka beberapa tahun ke depan. Bila hal tersebut dapat digali berikut dengan alasan alasan yang sangat kuat, maka need seseorang dapat ditemukan.

Langkah 2. Menunjukkan Solusi Akan Kebutuhan Orang Lain Tersebut.

Solusi disini adalah solusi untuk mengatasi masalah kebutuhannya tersebut. Anda bisa menawarkan sesuai dengan kriteria kebutuhan yang mereka perlukan. Mendesak, jangka pendek atau jangka panjang. Ketika mereka merasa bahwa apa yang anda tunjukkan adalah solusi bagi masalah mereka, maka dengan senang hati mereka akan memperhatikan apa yang akan anda jelaskan.

Tinggal anda menjelaskan secara detail kerangka kerja dari solusi tersebut. Maukah orang tersebut melakukannya setelah mendengarkan penjelasan anda?

Langkah 3. Menunjukkan Nilai Lebih Dari Solusi Yang Anda Tawarkan.

Bisa jadi, selain solusi yang anda tawarkan, orang lain begitu mengetahui kebutuhannya – tidak semua orang menyadari kebutuhannya – sudah mempunyai cetak biru solusinya di kepalanya. bahkan bisa lebih dari satu. Bila anda masih menghendaki orang lain mengerjakan apa yang anda tawarkan, anda harus mampu meyakinkan bahwa solusi yang anda tawarkan mempunyai banyak kelebihan dibanding yang lainnya. Anda harus fair membandingkannya. Anda tidak bisa memaksakan kelebihan itu kepada orang lain. Kesadaran orang lain bahwa solusi anda lebih mempunyai banyak kelebihan akan memudahka orangt tersebut melakukannya sendiri tanpa harus anda menyuruhnya melakukan. Anda hanya menawarkan. Ketika orang lain merasa “Inilah jalannya”, ia akan dengan sendirinya melakukan. Dengan pengorbanan apapun. Tetapi kalau anda paksakan mereka untuk mengikuti kemauan anda, jangan harap mereka bekerja untuk anda seperti yang anda harapkan.

Bagaimana?

Di atas sukses ada sukses

Murni dikutip dari Buku Life Excellent, Reza M. Syarief, hal. 4-5

Para insan sejati, siapapun Anda, apapun posisi Anda, apapun jabatan Anda, apapun peran dan fungsi Anda di rumah, di kantor, di dalam kehidupan politik, dalam kehidupan berbangsa bahkan dunia, kita harus memiliki tahapan yang di sebut signifikan. Apa itu signifikan? Di atas sukses ada sukses. Setelah anda berhasil . Anda harus bsa memacu diri anda untuk bisa membuat orang lain lebih berhasil dibandingkan anda. Sayang sekali para insan sejati , banyak saya lihat para manager di sebuah perusahaan, ketika ia sudah mencapai posisi manager, dia tidak ingin staff supervisor di bawahnya bisa menandingi posisi dia . Dia tidak ingin membuat anak buahnya lebih maju dibandingkan dirinya , karena mereka berfikir, kalau saya buat mereka maju, jangan-jangan posisi saya akan digeser olehnya. saya pikir ini sebuah tindakan yang kurang bijak . Kalau anda seorang ibu atau seorang ayah ketika mendidik anak , tentu anda tidak punya pikiran kalau nanti reputasi anada di kalahkan dengan anak sendiri . Namun kenapa ketika anda menjadi seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan atau lembaga apapun anfa yidak ingin anak buah anda lebih maju dabandingkan anda?
Ketika orang berfikir dengan cara signifikan, dia tidak akan lagi mengatakan demikian. Yang ada dalam hatinya adalah bagaimana saya bisa sukses dan saya bisa membuat orang lain berhasil seperti saya –bahkan lebih dari saya. Intinya siap sukses tapi juga siap suksesi. Kalau hanya siap sukses tapi tidak siap suksesi, artinya kita belum termasuk orang-orang yang signifikan. Orang-orang yang signifikan adalah selain sukses, dia juga siap untuk suksesi, dia siap “dilengserkan” kapan saja .

Para insan sejati ketika kita menjadi manager apa yang akan kita lakukan sebagai orang yang sipnifikan? kita akan buat, kita akan didik kita akan latih anak buah kita , bagaimana mereka menjadi seorang manager. Mungkin kita akan bertanya ” lantas dimana posisi kita pada saat itu? ketika mereka menjadi manager, tentu saya kita menjadi general manager . Ketika kita menjadi seorang GM , kita akan didik manager kita menjadi GM. Kemudian kita akan bertanya dimana posisi kita? Kita sudah menjadi seorang direktur. Begitu seterusnya . Kehidupan terus akan memenangkan kita. dia akan terus membawa kita kepada keberkahan.

Powered by : Crystal X

Kelembaman Versus Momentum

Dalam Fisika Mekanika dikenal satu hukum yang mengatakan bahwa sebuah benda akan cenderung mempertahankan keadaannya.

Benda yang diam akan cenderung diam. Ini karena adanya Massa dari benda itu dan Gaya Gravitasi Bumi. Disebut Kelembaman. Untuk membuat benda ini bergerak diperlukan sebuah energi yang besar pada awalnya. Baru apabila benda itu sudah bergerak, energi yang dipergunakan untuk menggerakkannya menjadi semakin berkurang.

Benda yang bergerak akan cenderung bergerak. Ini disebut dengan momentum. Apabila benda sudah bergerak dan ia berusaha untuk terus bergerak, kecuali ada gaya yang menghambatnya, maka hanya dengan sedikit tambahan energi saja, kecepatannya menjadi berlipat.

Sifat dasar manusia tak jauh berbeda. Kita cenderung untuk bertahan pada keadaan kita saat ini. Diperlukan energi besar untuk berubah dari kebiasaan. Diperlukan keberanian besar untuk keluar dari batas batas keseharian. Diperlukan pola pikir baru untuk berani menantang arus bawah sadar. Ini diperparah lagi ketika kita sudah berada pada zona aman, zona mapan, zona penghasilan tetap, zona karyawan, zona narimo.

“Begini juga order langganan lama sudah cukup untuk hidup”,
“Begini juga sudah setiap bulan terima gaji”,
“Begini juga nanti kalau tua dapat pensiun”.
“Ala…, Alloh sudah menjamin rizeki mahluk. Cacing dalam tanah saja dapat rizeki, Semut dalam lobang saja sudah ada buku rizekinya”
Dll begini. Intinya ngapain susah susah, begini saja sudah enak.

Sungguh, diperlukan Visi Baru Yang Besar untuk berubah dari pola pikir lama ke pola pikir baru.

Cobalah renungkan dan amati sejenak.

  • Amati rekan seprofesi yang lebih senior , yang telah lebih dulu sekitar sepuluh tahun berkecimpung di bisnisnya dibanding dengan kita.
  • Amati rekan sekantor yang lebih senior, yang telah lebih dulu sekitar sepuluh tahun jadi karyawan dibanding dengan kita.
  • Amati pegawai sekantor yang lebih senior, yang telah lebih dulu sekitar sepuluh tahun jadi pegawai dibanding kita.
  • Amati kompetitor bisnis yang lebih senior, yang yang telah lebih dulu sekitar sepuluh tahun memulai usaha bisnisnya dibanding kita.

Amati dan renungkan hal diatas disetiap mau beranjak tidur.
Camkan ini dalam hati kita.
Mereka adalah cerminan kita 10 tahun kedepan.
MEREKA ADALAH GAMBARAN KUALITAS KEHIDUPAN KITA 10 TAHUN KE DEPAN!!!

Bila ternyata mereka sukses pada saat ini, sesukses apa yang kita cita citakan 10 tahun lagi, ikutilah gaya bisnis mereka, ikutilah etos kerja mereka, belajarlah kepada mereka. Bekerja keraslah 5 kali lipat dari apa yang mereka nasehatkan. Karena biasanya mereka hanya memberi 20 persen saja.

Bila ternyata mereka hidupnya berkualitas pada saat ini, sekualitas kehidupan yang kita cita citakan 10 tahun lagi, ikutilah gaya bisnis mereka, ikutilah etos kerja mereka, belajarlah kepada mereka. Bekerja keraslah 5 kali lipat dari apa yang mereka nasehatkan. Karena biasanya mereka hanya memberi 20 persen saja.

Namun apabila ternyata mereka masih tetap sama seperti kita pada saat ini, kualitas kehidupan mereka sama persis seperti kita saat ini, maka kita perlu berpikir ulang, bahwa kita berada di rel yang salah, bahwa kita perlu merubah haluan kita dari hal yang biasa mereka dan kita lakukan saat ini, menjadi hal hal yang di luar kebiasaan yang mereka dan kita lakukan. Karena Mereka adalah cerminan kita 10 tahun kedepan. Karena mereka adalah gambaran kualitas kehidupan kita 10 tahun kedepan!!!

Sungguh, diperlukan Visi Baru Yang Besar untuk berubah dari pola pikir lama ke pola pikir baru.

Dalam sebuah kesempatan bincang bincang dengan Dodi “Oik” Permana, kakak kandung Ahmad Dani pentholan Dewa 19, saya pernah bertanya, apa kiat untuk membangkitkan inner power seseorang agar mau berpola pikir baru, beliau mas Oik mengatakan;

“Bangunlah pada jam 3 pagi, bersuci, ambil air wudhu, shalat tahajud, kemudian pandangilan wajah anak anak kita yang terlelap tidur. katakan kepada hati kita yang terdalam, bahwa kepada kitalah mereka menggantungkan harapan, bukan kepada yang lain. Seperti apa sepuluh tahun lagi kualitas kehidupan mereka, adalah apa yang kita lakukan saat ini yang paling berperan menentukannya.”

“Lakukan itu terus menerus setiap hari, insya Alloh semangat untuk berubah akan terus membara”.

Dan masih banyak cara yang lain.
Visualisasi pergerakan dari diam ke menemukan momentum adalah sebagai terlihat dalam ilustrasi di bawah ini.

zona11.jpg

Warna merah menunjukkan betapa susahnya melakukan upaya upaya perubahan dari kebiasan tidak bergerak menjadi bergerak. Betapa beratnya melakukan kebiasaan baru, melakukan usaha baru. Energi yang dikeluarkan demikian besar.

Usaha baru memaksa kita mencurahkan waktu tambahan, pikiran tambahan, dana tambahan, dlsb yang biasanya tidak ada. Padahal perlu waktu lama agar satu usaha baru berjalan. Apalgi mendatangkan ceruk keuntungan.

Coba bayangkan bila berada di Zona merah, kita berhasil bergerak berubah dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru, dan kita sejenak berhenti karena kecapaian, atau usaha kita mengalami hambatan serius, atau apapun yang terjadi yang biasanya orang menyebut dengan kegagalan. Gaya gravitasi dari pola pikir negatif kita, dari orang orang yang negatif disekitar kita, akan mencegah kita agar kita tidak bergerak lagi.

Istri kita akan berkata; “Sudahlah Mas, tidak usah ngoyo, nanti kalau sakit kan kita repot sendiri”
Anak anak kita akan berkata; “Yah, wong gak punya pengalaman dibidang itu kok nekad, ya gagal akhirnya “
Teman teman kita akan datang; “Ayo, apa sih yang kamu kejar?”

Dan sekali kita terlena dengan rengekan mereka, kita akan larut dalam energi negatif kita. Kita berhenti lebih lama dari usaha yang kita lakukan, kita akan terseret ke bawah lagi, dan kita tahu betapa beratnya untuk memulai lagi. Dana lagi, waktu lagi, pikiran lagi.

Hati hati, bila kita sudah mempunyai pola pikir baru, visi baru, dan masih berada zona merah ini, maka kita selayaknya berteman dengan orang orang yang telah sukses, menimba ilmu, meminta petunjuk, berkumpul dengan mereka, karena mereka biasanya adalah orang orang yang berpola pikiran positif. Dapatkan aura positif dari perbincangan mereka. Dapatkan semangat dari mereka.

Namun bila kita berada di zona merah dan selalu berada dalam lingkaran aura negatif, bersiap-siaplah kita untuk suatu saat sadar, bahwa orang orang negatif ini – tak jarang orang orang tercinta kita – telah mencuri visi kita, telah mencuri impian kita, telah mencuri cita cita kita, telah mencuri momentum kita.

Jangan pernah berhenti di Zona Merah!!

Warna kuning menggambarkan, apa yang kita kerjakan mulai membuahkan hasil. Pelanggan sudah didapat, pekerjaan sudah didapat, penghasilan sudah mampu menutupi kebutuhan standar hidup. Zona sudah aman. Kita sudah bisa tersenyum. Tetapi disini ada hambatan baru yang muncul. Karena kita sudah berada di zona aman, kadang kita terlena, merasa puas dan berhenti di zona ini. Kelembaman menghadang lagi. Akhirnya kita terus berada di zona kuning. Zona aman. Kita stagnan di sini, di garis datar perjuangan, di sebuah pencapaian.

Kalau kita di ciptakan Alloh untuk menjadi khalifah, mengapa kita berhenti di sini, di sebuah pencapaian?. Segitukah potensi kita? Atau masih lebih jauh lagi kita bisa melangkah?

Bila pola pikir dan visi baru tetap menyertai kita, maka kita akan kembali ke zona merah level 2, upaya untuk meninggalkan zona aman menuju titik momentum, untuk kemudian sampai pada tahapan melejit.

Dalam artian bukan diversifikasi usaha, melainkan penajaman kualitas dan kebesaran imperium usaha kita, apa yang kita lakukan di zona kuning adalah menyisihkan hasil usaha untuk alat alat baru pendukung usaha, pendidikan SDM orang orang yang mendukung Zona aman, pendelegasian tampuk pengambil keputusan level zona aman ini dan penanaman modal baru untuk membuka usaha serupa di lain tempat.

Ada dua hal penting yang bisa disimpulkan.

  • Pembukaan usaha serupa di tempat lain adalah pengulangan level 1.
  • Pendidikan SDM, pendelegesaian tampuk pengambil keputusan adalah proses duplikasi agar apa yang kita lakukan mampu dilakukan oleh SDM kita. Ini adalah upaya menyiapkan SDM kita menuju Level di atasnya. Ada proses Training dan leadership yang sangat dominan di proses ini yang menjadi akar dari duplikasi usaha kita. Karena kita akan menjadi Superteam dan bukan Superman.

Dengan demikian apabila proses ini terus menerus dilakukan, terduplikasi disetiap level, berarti titik momentum itu telah datang kepada kita. Maka meluncurlah zona putih dan terbentuklah Piramida Imperium Bisnis yang sangat besar di mana kita berada dipuncaknya. Dimana bukan kita yang mendorong dan menyokong bisnis kita, tetapi bisnis kita, sistem yang kita perjuangkan yang mendorong dan menyokong kita. Inilah yang disebut dengan istilah “Pasif Income”.

Bila di setiap level kita berbisnis dengan arif dan adil, bukankah kita telah memberikan ayoman kepada banyak orang yang ikut menyokong sistem kita?. Bukankah itu berarti kita lebih bermanfaat dibanding dahulu?. Itulah sebagian makna khalifah yang layak kita kejar.

Pertanyaannya:

  1. Bisakah orang di level bawah kita menjadi seperti kita?
  2. Bagaimana proses duplikasi terjadi?
  3. Bagaimana bila orang di level bawah kita hengkang dan mendirikan Imperium bagi dirinya?
  4. Powered by : Crystal X

Sukses atau Gagal Adalah Buah Dari Upaya Perubahan Takdir

“Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri berupaya merubahnya.”

Takdir manusia selalu bisa diupayakan. Itu pesan yang tersirat dari wahyu di atas. Jangan lupa juga bahwa kita adalah khalifah. Pengelola. Bukan Budak.

Bagaimana kronologis, alur cerita, kok taqdir bisa dirubah?

1. Perubahan Pola Pikir.

Yang mendasari perilaku, kegiatan, kecenderungan, permainan, kesenangan dll seseorang adalah pada pola pikir nya. Orang dengan pola pikir narimo tidak akan menjadi khalifah. Kalaupun ada amanat, anugerah, kesenangan yang tiba tiba hadir padanya ia hanya mampu berkata, “Saya sangat beruntung”. Ia tidak bisa berkata ;”Alhamdulillah ini adalah karunia Ilahi karena buah ikhtiarku”. Beda tidak?.

Orang dengan pola pikir positif, terbuka, mau maju, mau berusaha akan berbuah sukses. Ia akan berguru pada orang sukses. Demikian sebaliknya.

2. Penerapan Pola Pikir di Dalam Tindakan.

Pola pikir bagus, positif, mau maju, mau berusaha tetapi tanpa disertai dengan kemauan dan langkah nyata untuk menerapkannya dalam tindakan, “sama saja boong”. Pinter ngomong ra iso nglakoni. Pola pikir harus diterjemahkan dalam tindakan yang sejalan dengan pola pikirnya. Ia punya langkah jelas yang mencerminkan pola pikirnya. Bekerja keras, mau belajar, pantang menyerah. Bila jatuh bangkit lagi.

3. Tindakan Yang Berulang Membuahkan Kebiasaan.

Bekerja keras, mau belajar, pantang menyerah, bila jatuh bangkit lagi dlsb bila dilakukan terus menerus karena pola pikirnya sudah meng”hati”, akan menjadikan semua itu menjadi kebiasaan. Kebiasaan untuk bekerja keras, kebiasaan untuk belajar, kebiasaan tidak menyerah, kebiasaan untuk hal positif lainnya.

Bila semua hal positif sudah menjadi kebiasaan, maka apa yang kita rasakan ketika kita tidak melakukan kebiasaan kita?. Risi. Kita terbiasa mandi setidaknya 2 kali sehari. Bagaimana rasanya tidak mandi 2 hari?. Kitya terbiasa setiap pergi pasti bawa HP. HP kita tertinggal. Apa yang kita rasakan?. Ada yang kurang. Ada yang risi. Oooo… baru ingat, HP ketinggalan.

Kebiasaan ada di alam bawah sadar. Ada di otak kanan. Tidak perlu dipikirkan, kita tetap melakukannya. Kita masuk kamar mandi, apakah kita pernah berpikir di kamar mandi ada Air atau tidak?. Kita masuk saja. Ada air atau tidak itu nanti. Kita terbiasa begitu. Otak kanan kita yang mengatur.

Bagaiamana bila hal hal negatif yang jadi kebiasaan kita?. Kita terbiasa mengeluh, terbiasa sakit hati, terbiasa malas, terbiasa dlsb. Ya itulah kondisi alam bawah sadar kita. Otak kanan kita selalu menyuruh kita untuk mengeluh.

4. Kebiasaan Yang Laten Dilakukan Akan Jadi Karakter.

Namanya saja karakter, sangat sulit dirubah. Betapa dahsyatnya kita apabila kita punya kartakter orang sukses. Berpola pikir positif, terbuka, mau belajar, mau berusaha, tidak pantang meyerah, berteman dengan orang sukses dlsb. Kita tinggal menunggu satu titik yang disebut momentum. Momentum untuk melejit. Momentum untuk suskes.

5. Bila Momentum Untuk Sukses Sudah Datang

Apakah itu bukan merupakan bibit dari takdir yang berubah?. Padahal karekter terus memupuk bibit perubahan takdir itu. Maka Sukses atau gagal adalah buah dari upaya perubahan takdir
Maka bagaimana kita masih bisa berkata “Sudah takdirku begini?.

Maka Bagaimana kita mengingkari wahyu di atas?

Cita cita versus keinginan

Gantungkan cita-citamu setinggi langit.

Mengapa tidak ada petuah “Gantungkan keinginanmu setinggi langit”?.

Cita cita, dreams, adalah sesuatu yang sangat diinginkan untuk dicapai oleh seseorang. Bahkan bertaruh dengan apapun, selama masih masuk akal maka segala upaya akan dilakukan. Tetapi mengapa banyak orang tidak dapat meraih apa yang dicita-citakan?.

1. Kurang atau tidak adanya komitmen.

Komitmen adalah satu keputusan dan keteguhan hati untuk melakukan sesuatu. Komitemen dipunyai apabila seseorang telah menemukan alasan pasti dan kuat tentang satu hal. Apakah ia mau melakukannya atau tidak melakukannya.  Komitmen berkaitan erta dengan visi, dreams, seseorang. Orang yang tidak punya visi atau dreams sangat mustahil membangun sebuah komitmen.

2. Kurang atau tidak ada action.

Seteguh apapun komitmen, tanpa dibarengi dengan action, langkah nyata, maka semuanya tinggal angan-angan, tinggal keinginan, tak pernah akan terwujud.  Action adalah proses menuju terwujudnya cita-cita. Orang barat bilang “Tak ada makan siang gratis”.  Islam menyebutnya Ikhtiar.

Kualitas dari action tentu juga merupakan hal yang tak dapat di tawar. Kulaitas mencakup persiapan, kesiapan, perencanaan dll.

3. Kurang atau tidak adanya konsistensi action

Action yang dilakukan tanpa konsistensi hanya akan berbuah kegagalan. Action harus dilakukan terus menerus, meski kadang kala berhenti sejenak untuk menyusun strategi, menganalisa yang telah dilakukan. Orang suskes mengatakan, bangkitlah sekali lagi setiap kali anda gagal, maka anda pasti menjadi orang suskes.

Kadang orang menyebutnya dengan Resistensi. Seberapa tahan anda melakukan sesuatu. Seberapa ngotot anda berusaha. Tomas Alfa Edison  baru menemukan lampunya menyala pada percobaan yang ke 10.000. Dan ketika ditanya “Tuan Alfa Edison, apa yang akan anda lakukan apabila ternyata percobaan yang ke 10.000 ini juga galal?”. Anda tahu jawabnya? “Pertanyaan anda salah, bagaimana saya harus menjawabnya? Perlu anda ketahui, saya tidak pernah gagal 99.999 kali. Tetapi saya menemukan 99.999 cara membuat lampu pijar yang salah”.

Konsistensi atau resistensi akan action adalah upaya untuk menemukan sebuah momentum. Momentum untuk bergerak. Momentum untuk melejit.

Komitmen, action, konsistensi adalah “Wit pedang woh pakel. Omomg gampang ngalokoni angel.“. Tetapi inilah kuncinya mengapa biasanya seseorang mampu memegang ketiga hal tersebut.

1.  Orang tersebut punya alasan yang sangat kuat akan cita citanya.

Apabila anda mampu menemukan alasan yang sangat kuat mengapa sesuatu harus terjadi pada anda dalam jangka waktu tertentu, dan anda mengerti betul akibat yang ditimbulkan apabila hal itu tidak terjadi, bahkan hanya dengan membayangkan saja  bahwa hal itu tidak terjadi anda bisa merasakan akibatnya bahkan sampai menangis menderita, maka anda pasti akan berupaya dengan semaksimal mungkin berusaha agar hal itu terjadi.

2. Orang tersebut selalu ingat dengan penderitaan yang timbul sebagai akibat dari  ketidak tercapaian cita citanya.

Apabila anda selalu ingat pada penderitaan tersebut,  maka anda akan selalu termotivasi untuk berusaha mengejar cita cita anda. Anda akan mampu konsisten. Anda akan mampu resisten. Anda akan mampu bangkit sekali lagi setiap anda gagal. Karena apa? Karena anda tidak ingin tertimpa penderitaan yang sudah anda bayangkan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.